Sejak zaman dulu puasa sudah menjadi bagian hidup manusia, yaitu menahan diri untuk tidak makan dan minum demi tujuan spiritual ataupun kesehatan. Faktanya, puasa memang menghasilkan dampak signifikan, bahkan dapat memperpanjang umur. Setidaknya ini hasil kesimpulan sejumlah peneliti di Amerika.
David Sinclair dari Harvard Medical School mengatakan tubuh butuh stres biologis (hormesis) untuk meningkatkan metabolisme. Hormesis bisa berupa rasa lapar, hawa dingin, hawa panas, dan aktivitas fisik seperti olahraga. Hormesis menempatkan tubuh dalam kesulitan minor, tapi tidak sampai menyakiti diri sendiri. Saat hormesis terjadi, sistem pertahanan terhadap penuaan akan bekerja. Jika seseorang sering makan dan minum, tapi tidak melakukan apa-apa, sistem pertahanan tubuh malah jarang bekerja sehingga penuaan dan kerusakan sel lebih cepat terjadi.
Senada dengan David Sinclair, peneliti dari Yale Center for Research on Aging bernama Morgan Levine menyatakan stres minor yang diberikan pada tubuh justru baik untuk meningkatkan metabolisme.
Sementara itu, Nir Barzilai peneliti dari Univeritas Kedokteran Albert Einstein membuat percobaan unik. Dia menguji dua kelompok hewan bersaudara. Satu kelompok diberi makan apapun yang mereka mau, sedangkan kelompok lain diberi hanya 60 persen dari yang dikonsumsi kelompok pertama. Hasilnya, kelompok yang makan hanya 60 persen hidup 40 persen lebih lama dan lebih sehat dibanding kelompok satunya. Barzilai berkesimpulan puasa memang bisa meningkatkan metabolisme tubuh menjadi lebih sehat dan panjang umur. (berbagai sumber/gem)