LOGO-MBMEDIANET
Home Berita Peningkatan Infeksi Menular Seksual Tantangan Serius Kesehatan Global

Peningkatan Infeksi Menular Seksual Tantangan Serius Kesehatan Global

oleh MBMEDIANET - 25 Mei 2024 77 Tayangan
Peningkatan Infeksi Menular Seksual Tantangan Serius Kesehatan Global

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan peningkatan signifikan dalam kasus infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV dan virus hepatitis, yang menyebabkan 2,5 juta kematian setiap tahun. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa pada 2022, jumlah kasus IMS di sejumlah kawasan, terutama di Amerika dan Afrika, melampaui target yang ditetapkan. Pada tahun yang sama, negara-negara anggota WHO menetapkan target ambisius untuk mengurangi infeksi sifilis pada orang dewasa dari 7,1 juta menjadi 0,71 juta hingga 2030. Namun, kenyataannya, kasus baru sifilis pada orang dewasa berusia 15-49 tahun justru meningkat lebih dari 1 juta, menjadi total 8 juta kasus.


Direktur Jenderal WHO, Tedros Ghebreyesus, menyatakan kekhawatirannya atas peningkatan ini, terutama di kawasan Amerika dan Afrika.


"Meningkatnya insiden sifilis menimbulkan kekhawatiran besar," ujar Ghebreyesus.


Meski begitu, ia juga menyoroti kemajuan penting dalam beberapa bidang, termasuk akses yang lebih cepat terhadap komoditas kesehatan penting seperti diagnostik dan pengobatan. Laporan WHO menekankan bahwa meskipun alat untuk mengakhiri epidemi ini sebagai ancaman publik pada 2030 sudah tersedia, negara-negara harus memastikan implementasi yang efektif dalam konteks dunia yang semakin kompleks.


"Kita sekarang perlu memastikan bahwa, dalam konteks dunia yang semakin kompleks, negara-negara melakukan apa yang mereka bisa untuk mencapai target ambisius yang mereka tetapkan sendiri," tambah Ghebreyesus.


Empat IMS yang dapat disembuhkan di antaranya sifilis, gonore, klamidia, dan trikomoniasis—menyebabkan lebih dari 1 juta infeksi setiap hari. Pada 2022, terdapat 230.000 kematian terkait sifilis yang dilaporkan. Data baru juga menunjukkan peningkatan kasus gonore multi-resisten. Dari 87 negara yang melakukan peningkatan pengawasan resistensi antimikroba gonore, sembilan negara melaporkan peningkatan tingkat resistensi dari 5% menjadi 40% terhadap ceftriaxone, pengobatan lini terakhir untuk gonore, pada 2023.


Selain itu, laporan tersebut mencatat sekitar 1,2 juta kasus baru hepatitis B dan hampir 1 juta kasus hepatitis C pada 2022. Perkiraan jumlah kematian akibat virus hepatitis juga meningkat dari 1,1 juta pada 2019 menjadi 1,3 juta pada 2022, meskipun terdapat alat pencegahan, diagnosis, dan pengobatan yang efektif. Infeksi HIV mengalami penurunan dari 1,5 juta kasus pada 2020 menjadi 1,3 juta pada 2022. Namun, terdapat 630.000 kematian terkait HIV pada tahun yang sama, dengan 13% di antaranya terjadi pada anak-anak di bawah usia 15 tahun. Meskipun penurunan ini menunjukkan kemajuan, angka kematian yang masih tinggi menandakan perlunya upaya yang lebih besar dalam pencegahan dan pengobatan.


WHO menekankan bahwa upaya global harus ditingkatkan untuk mengatasi peningkatan IMS dan penyakit menular lainnya. Penyediaan akses yang lebih luas dan merata terhadap alat diagnostik, pengobatan, dan pencegahan yang efektif sangat penting untuk mencapai target kesehatan global. (berbagai sumber/sekar)

Kategori :
Bagikan :