LOGO-MBMEDIANET
Home Berita Mengkaji Ulang Penggunaan Statin di Seluruh Dunia

Mengkaji Ulang Penggunaan Statin di Seluruh Dunia

oleh MBMEDIANET - 19 Juni 2024 42 Tayangan
Mengkaji Ulang Penggunaan Statin di Seluruh Dunia

Perubahan pedoman medis di Amerika Serikat terkait penggunaan statin untuk pengobatan penyakit jantung telah memicu diskusi global mengenai efektivitas dan kebijakan terapi statin. Di Amerika Serikat, sekitar 17 juta orang dewasa mungkin tidak lagi diresepkan statin sebagai terapi utama mereka. Langkah ini diambil berdasarkan evaluasi risiko individu yang lebih ketat, termasuk penilaian gaya hidup dan faktor risiko lainnya.


Namun, perubahan ini menimbulkan pertanyaan penting bagi kesehatan global. Statin, yang secara luas digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi risiko serangan jantung dan stroke, merupakan salah satu obat yang paling banyak diresepkan di dunia. Statin bekerja dengan menghambat enzim HMG-CoA reductase, yang berperan dalam produksi kolesterol di hati. Dengan mengurangi kadar kolesterol LDL (kolesterol "jahat"), statin membantu mencegah pembentukan plak di arteri, yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.


Di Eropa, pedoman untuk penggunaan statin juga telah mengalami revisi dalam beberapa tahun terakhir, dengan penekanan pada penyesuaian dosis berdasarkan profil risiko individu. Sementara itu, di Asia, prevalensi penyakit jantung yang terus meningkat mendorong penggunaan statin yang lebih luas, meskipun ada perdebatan mengenai manfaat dan efek sampingnya di populasi dengan genetika berbeda.


Di Afrika dan Amerika Latin, akses terhadap statin masih menjadi tantangan. Biaya obat dan keterbatasan sistem kesehatan sering kali menghalangi pasien untuk mendapatkan terapi yang memadai. Oleh karena itu, perubahan pedoman di negara-negara maju dapat mempengaruhi kebijakan subsidi obat dan ketersediaan terapi di negara-negara ini. 


Penggunaan statin yang lebih selektif berdasarkan evaluasi risiko individu dapat mengurangi ketergantungan berlebihan pada obat ini dan mempromosikan pendekatan pencegahan yang lebih holistik. Namun, ini juga menuntut peningkatan edukasi dan kesadaran di kalangan tenaga medis dan masyarakat mengenai pentingnya gaya hidup sehat dan manajemen risiko penyakit jantung.


Perubahan kebijakan medis terkait penggunaan statin di Amerika Serikat mungkin memberikan dampak luas pada kebijakan kesehatan global. Dengan lebih dari 200 juta pengguna statin di seluruh dunia, penting bagi negara-negara untuk mempertimbangkan konteks lokal dan kebutuhan spesifik populasi mereka dalam mengadopsi pedoman baru. Pendekatan yang lebih holistik dan terintegrasi dalam pencegahan penyakit jantung dapat menjadi langkah maju untuk kesehatan global yang lebih baik. (berbagai sumber/sekar)


Kategori :
Bagikan :